Senin, 27 Oktober 2014

HUBUNGAN MANUSIA DAN TUHAN MENURUT PEMIKIRAN MUHAMMAD IQBAL

BAB I
Pendahuluan

A.Latar belakang
Manusia adalah mahluk berfikir yang dibekali rasa ingin tahu,oleh karena itulah manusia memahami dan menjelaskan hal yang bersifat alamiah,sosial dan budaya serta berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi.Dari dorongan rasa ingin tahu dan usaha untuk memahami masalah menyebabkan manusia dapat mengumpulkan pengetahuan.
pengetahuan yang diperoleh mula mula terbatas pada hasil pengamatan terhadap gejala alam,masyarakat dan budaya.kemudian semakin bertambah dengan pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemikiranya.
B.Rumusan masalah
1.      Apa pengertian manusia?
2.      Apa pengertian Tuhan?
3.      Bagaimana pemikiran iqbal tentang hubungan manusia dan tuhan?
4.      Bagaimana relasi manusia dan Tuhan?


C.Tujuan masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian manusia
2.      Untuk mengetahui pengertian Tuhan
3.      Untuk  memahami hubungan manusia dan tuhan
4.      Untuk menjelaskan Relasi manusia dan tuhan






BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Manusia
Pembagian jiwa dan tubuh telah banyak mengahasilkan kekeliruan. Manusia adalah suatu kesatuan hidup dan kesadaran. Memang, jika dilihat dari persefektif  luar maka manusia dinamakan tubuh dan jika dilihat sebagai tindakan dinamakan diri. Tapi, manusia adalah satu kesatuan atau kombinasi dari daya-daya yang membentuk beragam susunan. Salah satu susunan pasti dari daya-daya ini adalah ego.40
Ego adalah kesatuan intuitif  atau titik kesadaran pencerah yang menerangi pikiran, perasaaan, dan kehendak manusia. Ego adalah suatu sistem tindakan-tindakan yang spontan yang tereflekasikan dalam tubuh. Dengan kata lain tubuh adalah tempat  penumpukan tindakan-tindakan atau ego.
Watak esensial ego adalah sebagaimana halnya ruh dalam konsep islam adalah memimpin karena ia bergerak dari amr (perintah) Ilahi. Artinya realitas eksistensial manusia terletak dalam sikap keterampilan egonya dari yang Ilahi melalui pertimbangan- pertimbangan. Kehendak-kehendak, tujuan-tujuan dan apresiasinya. Oleh sebab itu kian jauh jarak seseorang dengan Tuhan maka kian berkuranglah kekuatan egonya.
Ego adalah sesuatu yang dinamis, ia mengorganisir dirinya berdasarkan waktu dan terbentuk, serta didisiplinkan pengalaman sendiri. Setiap denyut pikiran baik masa lampau atau sekarang adalah satu jalinan tak terpisahkan dari suatu ego yang mengetahui dan memeras ingatan.
Berbicara tentang manusia tidak bisa dilepaskan dari hubungannya dengan tuhan. ketika masuk isu-isu tentang keterbatasan manusia biasanya.


 

40)H.A.R.Gibb,Aliran-aliran modern dalam islam,terj.Machnun Husaien,Rajawali Perss,Jakarta.1995,hlm 131-132


B.Pengertian Tuhan
Tuhan adalah hakikat keseluruhan yang bersifat spiritual. Dengan kata lain, Tuhan bukanlah ego, melainkan Ego Mutlak. Tuhan bersifat mutlak, karena meliputi segalanya dan tidak ada sesuatupun di luar Dia, Tuhan sebagai hakikat keseluruhan dari segala kreativitas, karena Tuhan sendiri selalu kreatif memberikan ilham tentang filsafat perubahan, tindakan, aksi yang lebih dikenal dengan istilah Islam adalah amal. Disinilah letak sintesa filosofi Iqbal dari Barat maupun Timur (Islam) dengan pemikirannya yang orisinil. Sekalipun sesungguhnya, konsep tentang gerak hubungan dengan Tuhan telah dimulai dari Aristoteles.
Pengalaman panteistik manusia dengan Tuhan tidak membuat lebur ego manusia, justru ego manusia semakin otentik. Filsafat ketuhanan Iqbal disini justru lebih memperkuat eksistensi ego manusia, sehingga pemikirannya lebih bersifat panenteisme. Panenteisme merupakan konsep ketuhanan yang menitik beratkan pada semua di dalam Tuhan, bukan semua adalah Tuhan sebagaimana panteisme.41
Alam semesta bukan sebagai suatu produk yang sudah selesai dan lengkap, tetapi sedang berada dalam tahap-tahap penyempurnaan. Penciptaan alam bukanlah penciptaan yang final.Penciptaan adalah sebuah proses yang berkelanjutan, sedang manusia berada di dalam turut ambil bagian dalam proses tersebut, sehingga akan selalu berproses dengan menciptakan situasi-situasi dan produk-produk baru. Alam semesta sebagai kumpulan ego-ego merupakan wadah keinginan-keinginan untuk untuk selalu melakukan perubahan-perubahan yang baru dalam kehidupan ini.
C.Pembuktian Tuhan
Menurut Muhammad iqbal dalam membuktikan eksistensi Tuhan yang mengatur ciptaannya untuk menopang dan menolak pandangan yang statis sebagai struktur kejadian dalam aliran dinamis.Ada perubahan ,tetapi tidak ada suksesi (pengantian)seperti pengalaman pengalaman nenek moyang para individu.bukan sebagai suatu kesatuan yang didalam nya mendorong setiap pengalaman untuk menyerap keseluruhannya .

 

41 Charles Hartshorne dan William Reese, Philosophers speak of God, (Chicago-London : The University of Chicago Press, 1976), hal. 294-297
ta sesungguhnya selalu berada dalam becoming (menjadi). Ini disebabkan adanya aktivitas ego-ego yang berkelanjutan dalam alam,

D.Jati diri manusia                                                      
Faham dinamisme iqbal dakam jati diri manusia dapat dilihat dari konsepnya tentang ego,ide sentral dalam pemikiran filosofisnya.42 manusia hidup untuk mengetahui kepribadiannya serta menguatkan dan mengembangkan bakat-bakatnya , bukan sebaliknya ,yakni melemahkan pribadinya ,seperti yang dilakukan oleh para sufi yang menundukan jiwa sehingga fana dengan ALLAH.42 Pada hakekatnya menafikannya diri bukalah ajaran islam karena hakekat hidup adalah bergerak dan gerak adalah perubahan.Filsafat khudinya,tampaknya merupakan reasi terhadap kondisi umat islam yang ketika itu telah dibawa oleh kaum sufi yang semakin jauh dari tujuan dan maksud islam yang sebenarnya.
E.Dosa
Ajaran tentang kebebasan ego manusia yang bersifat kreatif yakni ,dapat digambarkan cerita tentang nabi adam yang kejatuhan makan buah kuldi sebagai kisah yang berisi pelajaran tentang kebangkitan manusia dari kondisi primitifyang dikuasai hawa nafsu naluriah kepada kepimilikan kepribadian bebas yang diperolehnya secara sadar , sehingga mampu mengatasi kebimbangan dan kecenderungan untuk membangkang .timbulnya ego. Allah telah menyerahkan tanggung jawab yang penuh resiko timbulnya ego denagn menunjukan kepercayaannya yang besar kepada manusia maka kewajiban nya adalah membenarkan adanya kepercayaan bahwa Allah memberinya tanggung jawab.namun,pengakuan terhadap kemandirian manusia itu melibatkan pengakuan terhadap  semua ketidak sempurnaan yang timbul dari keterbatasan kemandirian itu.43
F.Surga dan Neraka
Surga dan Neraka kata iqbal adalah keadaan bukan tempat  , gambaran gambaran tentang keduanya didalam Alquran adalah penampilan penampilan kenyataan batin secara fisual yaitu sifatnya.Neraka,menurut rumusan Alquran adalah api ALLAH yang menyala nyala yang membumbung keatas hati,Sedangkan surge adalah kegembiraan karena mendapatkan kemenangan dalam mengatasi berbagai dorongan yang  menuju kepada perpecahan tidak ada kutukan abadi dalam islam

 

42)Hakim op.cit
43)Azzam op.cit,hlm.53
G.Hubungan manusia dan tuhan
Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa di muka bumi ini sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Melalui kesempurnaannya itu manusia bisa berpikir, bertindak, berusaha, dan bisa menentukan mana yang benar dan baik. Di sisi lain, manusia meyakini bahwa dia memiliki keterbatasan dan kekurangan. Mereka yakin ada kekuatan lain, yaitu Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, sudah menjadi fitrah manusia jika manusia mempercayai adanya Sang Maha Pencipta yang mengatur seluruh sistem kehidupan di muka bumi.Pendidikan yang mengarah kepada peduli dan kasih terhadap lingkungan dan alam, juga sudah dimulai sejak usia belia.Anak-anak diberi pengertian untuk tidak bersikap sewenang-wenang kepada binatang dan tanaman dan juga menjaga kebersihan alam, tidak merusak alam.
Anak kecil yang dirumahnya punya binatang peliharaan seperti anjing, kucing, burung, selalu diberitahu oleh orang tuanya untuk merawat nya dengan baik, memberi makan yang teratur, dijaga kebersihannya, kandangnya juga bersih dan tidak boleh diperlakukan dengan sewenang-wenang dan justru harus dilindungi dan dikasihi.


















BAB III
KESIMPULAN

Dari penjabaran diatas dapat kita ketahui bahwa sesungguhnya manusia tidaklah dapat hidup sendiri. Sebab manusia membutuhkan sesama untuk melengkapi dalam kehidupannya.Maka jelaslah bahwa manusia yang befikir logis artinya berfikir sesuai dengan kaidah-laidah ilmu logika.
 Dan berfikir argumentatif adalah berfikir dengan menggunakan argumentasi yang valid seperti yang diatur dalam ilmu logika tersebut. Jika kita cermati secara seksama, maka sesungguhnya yang hidup didunia ini membutuhkan satu sama lain.Dan oleh sebab itu manusia disebut dengan makhluk
sosial.



















DAFTAR PUSTAKA


Hidayati.nur,IAD/ISD/IBD.CV PUSTAKA SETIA.Bandung,2000
Azzam.Abdul Wahab,iqbal:siratul wa falsafah wa syi’ruh.tej.Pustaka Bandung,1985
Gibb,H.A.R.,Aliran Aliran Modern Dalam Islam ,tej.Machunun husaien.Rajawali press.Jakarta,1995

Tidak ada komentar:

Posting Komentar