BAB
I
Pendahuluan
Pendahuluan
A.Latar
belakang
Manusia
adalah mahluk berfikir yang dibekali rasa ingin tahu,oleh karena itulah manusia
memahami dan menjelaskan hal yang bersifat alamiah,sosial dan budaya serta
berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi.Dari dorongan rasa ingin tahu
dan usaha untuk memahami masalah menyebabkan manusia dapat mengumpulkan
pengetahuan.
pengetahuan
yang diperoleh mula mula terbatas pada hasil pengamatan terhadap gejala
alam,masyarakat dan budaya.kemudian semakin bertambah dengan pengetahuan yang
diperoleh dari hasil pemikiranya.
B.Rumusan
masalah
1.
Apa
pengertian manusia?
2.
Apa
pengertian Tuhan?
3.
Bagaimana pemikiran iqbal tentang hubungan manusia dan tuhan?
4. Bagaimana relasi manusia dan Tuhan?
C.Tujuan
masalah
1.
Untuk mengetahui pengertian manusia
2. Untuk mengetahui pengertian Tuhan
3.
Untuk memahami hubungan manusia
dan tuhan
4.
Untuk menjelaskan Relasi manusia dan tuhan
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.Pengertian Manusia
Pembagian jiwa dan
tubuh telah banyak mengahasilkan kekeliruan. Manusia adalah suatu kesatuan
hidup dan kesadaran. Memang, jika dilihat dari persefektif luar maka manusia dinamakan tubuh dan jika
dilihat sebagai tindakan dinamakan diri. Tapi, manusia adalah satu kesatuan
atau kombinasi dari daya-daya yang membentuk beragam susunan. Salah satu
susunan pasti dari daya-daya ini adalah ego.40
Ego adalah
kesatuan intuitif atau titik kesadaran
pencerah yang menerangi pikiran, perasaaan, dan kehendak manusia. Ego adalah
suatu sistem tindakan-tindakan yang spontan yang tereflekasikan dalam tubuh.
Dengan kata lain tubuh adalah tempat penumpukan tindakan-tindakan atau
ego.
Watak esensial ego
adalah sebagaimana halnya ruh dalam konsep islam adalah memimpin karena ia
bergerak dari amr (perintah) Ilahi. Artinya realitas eksistensial
manusia terletak dalam sikap keterampilan egonya dari yang Ilahi melalui
pertimbangan- pertimbangan. Kehendak-kehendak, tujuan-tujuan dan apresiasinya.
Oleh sebab itu kian jauh jarak seseorang dengan Tuhan maka kian berkuranglah
kekuatan egonya.
Ego adalah sesuatu
yang dinamis, ia mengorganisir dirinya berdasarkan waktu dan terbentuk, serta
didisiplinkan pengalaman sendiri. Setiap denyut pikiran baik masa lampau atau
sekarang adalah satu jalinan tak terpisahkan dari suatu ego yang mengetahui dan
memeras ingatan.
Berbicara tentang
manusia tidak bisa dilepaskan dari hubungannya dengan tuhan. ketika masuk
isu-isu tentang keterbatasan manusia biasanya.
40)H.A.R.Gibb,Aliran-aliran modern
dalam islam,terj.Machnun Husaien,Rajawali Perss,Jakarta.1995,hlm 131-132
B.Pengertian
Tuhan
Tuhan
adalah hakikat keseluruhan yang bersifat spiritual. Dengan kata lain, Tuhan
bukanlah ego, melainkan Ego Mutlak. Tuhan bersifat mutlak, karena meliputi
segalanya dan tidak ada sesuatupun di luar Dia, Tuhan sebagai hakikat
keseluruhan dari segala kreativitas, karena Tuhan sendiri selalu kreatif
memberikan ilham tentang filsafat perubahan, tindakan, aksi yang lebih dikenal
dengan istilah Islam adalah amal. Disinilah letak sintesa filosofi Iqbal
dari Barat maupun Timur (Islam) dengan pemikirannya yang orisinil. Sekalipun
sesungguhnya, konsep tentang gerak hubungan dengan Tuhan telah dimulai dari
Aristoteles.
Pengalaman panteistik manusia dengan Tuhan tidak membuat
lebur ego manusia, justru ego manusia semakin otentik. Filsafat ketuhanan Iqbal
disini justru lebih memperkuat eksistensi ego manusia, sehingga pemikirannya
lebih bersifat panenteisme. Panenteisme merupakan konsep ketuhanan yang menitik
beratkan pada semua di dalam Tuhan, bukan semua adalah Tuhan sebagaimana
panteisme.41
Alam
semesta bukan sebagai suatu produk yang sudah selesai dan lengkap, tetapi
sedang berada dalam tahap-tahap penyempurnaan. Penciptaan alam bukanlah
penciptaan yang final.Penciptaan adalah sebuah proses yang berkelanjutan,
sedang manusia berada di dalam turut ambil bagian dalam proses tersebut,
sehingga akan selalu berproses dengan menciptakan situasi-situasi dan
produk-produk baru. Alam semesta sebagai kumpulan ego-ego merupakan wadah
keinginan-keinginan untuk untuk selalu melakukan perubahan-perubahan yang baru
dalam kehidupan ini.
C.Pembuktian Tuhan
Menurut Muhammad iqbal dalam membuktikan eksistensi
Tuhan yang mengatur ciptaannya untuk menopang dan menolak pandangan yang statis
sebagai struktur kejadian dalam aliran dinamis.Ada perubahan ,tetapi tidak ada
suksesi (pengantian)seperti pengalaman pengalaman nenek moyang para
individu.bukan sebagai suatu kesatuan yang didalam nya mendorong setiap
pengalaman untuk menyerap keseluruhannya .
41 Charles Hartshorne dan William Reese, Philosophers
speak of God, (Chicago-London : The University of Chicago Press, 1976),
hal. 294-297
ta sesungguhnya
selalu berada dalam becoming (menjadi). Ini disebabkan adanya aktivitas
ego-ego yang berkelanjutan dalam alam,
D.Jati diri
manusia
Faham dinamisme iqbal dakam jati diri manusia dapat
dilihat dari konsepnya tentang ego,ide sentral dalam pemikiran filosofisnya.42 manusia
hidup untuk mengetahui kepribadiannya serta menguatkan dan mengembangkan
bakat-bakatnya , bukan sebaliknya ,yakni melemahkan pribadinya ,seperti yang
dilakukan oleh para sufi yang menundukan jiwa sehingga fana dengan ALLAH.42 Pada
hakekatnya menafikannya diri bukalah ajaran islam karena hakekat hidup adalah
bergerak dan gerak adalah perubahan.Filsafat khudinya,tampaknya merupakan reasi
terhadap kondisi umat islam yang ketika itu telah dibawa oleh kaum sufi yang
semakin jauh dari tujuan dan maksud islam yang sebenarnya.
E.Dosa
Ajaran tentang kebebasan ego manusia yang bersifat
kreatif yakni ,dapat digambarkan cerita tentang nabi adam yang kejatuhan makan
buah kuldi sebagai kisah yang berisi pelajaran tentang kebangkitan manusia dari
kondisi primitifyang dikuasai hawa nafsu naluriah kepada kepimilikan
kepribadian bebas yang diperolehnya secara sadar , sehingga mampu mengatasi
kebimbangan dan kecenderungan untuk membangkang .timbulnya ego. Allah telah
menyerahkan tanggung jawab yang penuh resiko timbulnya ego denagn menunjukan
kepercayaannya yang besar kepada manusia maka kewajiban nya adalah membenarkan
adanya kepercayaan bahwa Allah memberinya tanggung jawab.namun,pengakuan
terhadap kemandirian manusia itu melibatkan pengakuan terhadap semua ketidak sempurnaan yang timbul dari
keterbatasan kemandirian itu.43
F.Surga dan Neraka
Surga dan Neraka kata iqbal adalah keadaan bukan
tempat , gambaran gambaran tentang
keduanya didalam Alquran adalah penampilan penampilan kenyataan batin secara
fisual yaitu sifatnya.Neraka,menurut rumusan Alquran adalah api ALLAH yang
menyala nyala yang membumbung keatas hati,Sedangkan surge adalah kegembiraan
karena mendapatkan kemenangan dalam mengatasi berbagai dorongan yang menuju kepada perpecahan tidak ada kutukan
abadi dalam islam
42)Hakim op.cit
43)Azzam op.cit,hlm.53
G.Hubungan
manusia dan tuhan
Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa di muka bumi
ini sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain.
Melalui kesempurnaannya itu manusia bisa berpikir, bertindak, berusaha, dan
bisa menentukan mana yang benar dan baik. Di sisi lain, manusia meyakini bahwa
dia memiliki keterbatasan dan kekurangan. Mereka yakin ada kekuatan lain, yaitu
Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, sudah menjadi fitrah manusia
jika manusia mempercayai adanya Sang Maha Pencipta yang mengatur seluruh sistem
kehidupan di muka bumi.Pendidikan yang mengarah kepada peduli dan kasih
terhadap lingkungan dan alam, juga sudah dimulai sejak usia belia.Anak-anak
diberi pengertian untuk tidak bersikap sewenang-wenang kepada binatang dan
tanaman dan juga menjaga kebersihan alam, tidak merusak alam.
Anak kecil yang dirumahnya punya binatang peliharaan seperti anjing, kucing, burung, selalu diberitahu oleh orang tuanya untuk merawat nya dengan baik, memberi makan yang teratur, dijaga kebersihannya, kandangnya juga bersih dan tidak boleh diperlakukan dengan sewenang-wenang dan justru harus dilindungi dan dikasihi.
Anak kecil yang dirumahnya punya binatang peliharaan seperti anjing, kucing, burung, selalu diberitahu oleh orang tuanya untuk merawat nya dengan baik, memberi makan yang teratur, dijaga kebersihannya, kandangnya juga bersih dan tidak boleh diperlakukan dengan sewenang-wenang dan justru harus dilindungi dan dikasihi.
BAB III
KESIMPULAN
Dari penjabaran diatas dapat kita ketahui bahwa
sesungguhnya manusia tidaklah dapat hidup sendiri. Sebab manusia membutuhkan
sesama untuk melengkapi dalam kehidupannya.Maka jelaslah bahwa manusia yang
befikir logis artinya berfikir sesuai dengan kaidah-laidah ilmu logika.
Dan berfikir
argumentatif adalah berfikir dengan menggunakan argumentasi yang valid seperti
yang diatur dalam ilmu logika tersebut. Jika kita cermati secara seksama, maka
sesungguhnya yang hidup didunia ini membutuhkan satu sama lain.Dan oleh sebab
itu manusia disebut dengan makhluk
sosial.
sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayati.nur,IAD/ISD/IBD.CV
PUSTAKA SETIA.Bandung,2000
Azzam.Abdul
Wahab,iqbal:siratul wa falsafah wa
syi’ruh.tej.Pustaka Bandung,1985
Gibb,H.A.R.,Aliran
Aliran Modern Dalam Islam ,tej.Machunun husaien.Rajawali press.Jakarta,1995
Tidak ada komentar:
Posting Komentar